MENJADI PIONIR
Mencermati perkembangan dunia pendidikan akhir akhir ini dimana Pendidikan sedang dilanda suatu kemerosotan akibat Pandemi covid 19 yang berkepanjangan.
Bukan saja dunia pendidikan yang mengalami kemerosotan, semua aspek kehidupan lain turut mengalami kemerosotan.
Yang mau saya sampaikan adalah kemerosotan moral dan juga peserta didik mengalami suatu yang dinamakan keterlambatan dalam menerima pelajaran.
Proses pembelajaran jarak jauh atau dalam jaringan yang sudah kita lalui sejak merebaknya Pandemi covid 19,menjadi pilihan utama.
Disatu sisi banyak sekali kekurangan atau hambatan yang kita hadapi.
Disisi lain,belajar dari rumah atau belajar jarak jauh untuk mengukur tingkat ketersediaan materi pelajaran rasanya cukup sulit.
Mengapa demikian, banyak sekali jawaban yang mungkin bisa dijawab oleh setiap orang.
Ada jawaban yang tentunya akan mengembalikan Pendidikan ini kerangan sang guru.
Ada keluhan dari setiap orang tua bahwa orang tua tidak sanggup mengurus anak di rumah terus.
Ada keluhan dari pemerhati pendidikan,yang terus menerus meneriakkan tentang pentingnya pendidikan.
Siapa yang mesti dipersalahkan?
Kita tidak sedang mencari kambing hitam dalam dunia pendidikan.
Kita sedang mencari jalan keluar yang paling pas untuk mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapi.
Pandemi covid 19 menghalangi setiap derap langkah kita.
Sebagai pendidik/guru yang baik tentunya akan melihat semua ini sebagai tantangan dalam pengembangan pendidikan ke depannya.
Menjadi Pionir, penggerak dalam menjawab apa keluhan orang tua.
Memang disadari bahwa ada kemerosotan yang dialami oleh anak didik.
Terutama dalam menerima pelajaran,sikap mental juga pasti banyak yang berubah.
Inilah tantangan yang semakin menantang pendidik.
Mari kita membangun anak bangsa menjadi pribadi yang bermoral dan beretika serta berbudi pekerti yang luhur.
Salam Literasi
Loang,2 Oktober 202
Betul sekali Pak. Membentuk moral dan etika anak-anak itu lebih penting.
BalasHapus